,.id– Sejumlah anggota Kota menyoroti meningkatnya kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Palu, yang dinilai perlu penanganan serius dari pemerintah daerah.

Abdurahim Nasar Al-Amri, anggota Kota Palu, menyatakan kekhawatirannya atas situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan seperti wilayah Palu Barat dan Ulujadi di daerah pemilihannya.

Ia mendorong pemerintah kota untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk kemungkinan merancang peraturan daerah (Perda) untuk menekan angka kriminalitas.

“Kebetulan ini di dapil saya. Pemerintah Kota perlu segera menyikapi masalah ini. Mungkin perlu dipertimbangkan untuk membuat Perda terkait situasi ini,” ujarnya.

Wim sapaan akrabnya juga mengapresiasi langkah Polresta Palu yang telah membentuk tim patroli untuk merespons ancaman Kamtibmas.

“Kami di DPRD siap berkolaborasi dan ingin tahu apa saja kendala di lapangan agar upaya memberantas kejahatan ini berjalan maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB, H. Nanang, menyatakan siap mendukung penuh upaya pemberantasan geng motor.

“Kami dari fraksi sangat siap mendukung tim yang kapan saja bisa dihubungi untuk menjaga keamanan warga,” tegasnya.

Ratna Mayasari Agan, Ketua Fraksi Amanat Solidaritas Indonesia, menyoroti bahwa beberapa kasus yang viral di media sosial, termasuk upaya perampasan handphone, sudah masuk kategori .

“Di Petobo, aksi semacam ini juga pernah terjadi. Salah satu penyebabnya mungkin kurangnya lampu jalan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Palu, Rico Djanggola, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Polresta Palu dan berbagai stakeholder untuk merumuskan langkah strategis yang lebih konkret.