,.id – Pengembangan pariwisata berbasis lingkungan di Kabupaten terus bergerak. Desa Wisata Mangrove Padabaho, Kecamatan Bahodopi, kini resmi ditata dan disiapkan sebagai destinasi wisata baru melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Morowali Industrial Park (IMIP) bersama tenant di kawasan industri tersebut.

Kawasan mangrove Padabaho dikembangkan tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sarana edukasi lingkungan.

Keberadaan hutan mangrove di wilayah pesisir ini dinilai strategis karena berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi sekaligus habitat berbagai flora dan fauna laut.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, , dan Pariwisata Morowali, Armin Mohammad Ali, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan IMIP dalam penguatan ekonomi desa.

Menurutnya, kehadiran desa wisata ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis desa.

Ia menyebut, dana CSR dapat menjadi pemicu berkembangnya usaha mikro dan membuka ruang partisipasi , khususnya melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Armin juga menekankan pentingnya promosi berkelanjutan agar Desa Wisata Mangrove Padabaho semakin dikenal luas.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Bahodopi, Dahran Manan. Ia menilai kawasan wisata mangrove ini berpotensi menjadi ruang rekreasi sehat bagi masyarakat dan para pekerja di Bahodopi, dengan catatan dikelola secara berkelanjutan dan diawasi bersama.

Pelaksana Tugas Harian Kepala Desa Padabaho, Ambotuo Lanaco, mengatakan perubahan kawasan mangrove kini sangat terasa.

yang sebelumnya tidak memiliki ruang rekreasi, kini dapat menikmati suasana alam yang asri, bahkan sebelum peresmian resmi dilakukan.

Sementara itu, Supervisor CSR PT IMIP, Irfan Ardiansyah, menjelaskan pembangunan desa wisata telah dilakukan bertahap sejak 2023.

Selain infrastruktur seperti gazebo, jalur pejalan kaki, dan ruang pertemuan, pengembangan juga disertai restorasi mangrove.

Desa Wisata Mangrove Padabaho diharapkan tumbuh sebagai destinasi unggulan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.