,.id – Kawasan industri nikel di terus melahirkan kisah sukses lokal yang mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika kerja multinasional.

Salah satunya datang dari Sahrul Jaya, pemuda Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, yang kini menjabat di PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS).

Memulai perjalanan kariernya pada 2015 sebagai kru konveyor di Divisi Rotary Kiln, Sahrul mengakui sempat merasa inferior di tengah dominasi tenaga kerja asing.

Namun dengan tekad dan konsistensi, lulusan SMK Negeri 1 Bungku Tengah itu berhasil membuktikan diri.

Ia dipercaya menangani berbagai tugas penting, mulai dari menjaga kestabilan suhu pada tungku putar, hingga mewakili departemen dalam ajang kompetisi internal.

Kariernya kian menanjak saat diangkat sebagai wakil foreman pada 2018, lalu menjadi foreman pada 2020. Kesempatan belajar ke Tiongkok pada 2021 makin memperkaya pengalamannya.

Usai menuntaskan pelatihan industri sekaligus bahasa Mandarin, ia pulang dengan pencapaian HSK 4 dan kini dipercaya menjadi jembatan komunikasi antara lokal dan TKA.

Cerita serupa dialami Dirjo Purwanto, warga Desa Emea, yang bergabung di sejak 2016.

Berawal sebagai dump truck, Dirjo kini dipercaya sebagai Wakil Manajer Departemen Bijih Nikel PT Logistik Sumber Daya (LSDY).

Ia menilai keberhasilan di tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kemauan untuk belajar dan membangun kerja sama.

Dirjo kini memimpin lebih dari 2.500 karyawan dengan menekankan budaya kerja sehat dan minim stres demi mencegah potensi insiden.