, TRUE STORY – , seorang pria berusia 49 tahun, terbaring lemas di rumahnya di Desa Tinggede, Kabupaten Sigi. Ia menderita kepala raksasa yang hampir seukuran kepala orang dewasa.

, yang merupakan gempa bumi 2018, sebelumnya tinggal di Huntara , Kota Palu.

Kondisi memprihatinkan Nurhan mendorong keluarganya untuk membawanya ke Desa Tinggede.

Menurut Sekretaris Solidaritas TikToker (STS) Family, Itha Yellow, Nurhan telah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Palu, namun ia perlu dirujuk ke rumah sakit lain di luar kota.

“Pihak rumah sakit menganjurkan rujukan ke luar Palu, namun karena keterbatasan biaya, keluarga terpaksa membawanya pulang dulu,” jelas Itha.

“Saat ini, keluarga sedang mengumpulkan donasi dan berdiskusi untuk merujuk Nurhan ke rumah sakit yang direkomendasikan.”

Itha menuturkan bahwa Nurhan berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di Huntara yang kondisinya sempit.

Keluarga berharap para dermawan dan pemerintah daerah, khususnya Pemkot Palu dan Pemprov , dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan Nurhan.

“Kami mohon bantuan dari para donatur dan pemerintah untuk membantu Nurhan mendapatkan pengobatan yang lebih baik,” kata Itha.

“Bagi donatur yang ingin membantu, bisa menghubungi nomor 0813-3334-1251 atas nama Ita.”

Kisah Nurhan menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama di tengah situasi pasca bencana.