PALU, TRUE STORY – Resmi dilantik sebagai Bank , Hj , pada Rabu (7/2/2024), berkomitmen menjadian Bank sebagai regional champion Bank Daerah yang ada di , selain itu juga kedepannya akan meningkatkan tentang .

menyampaikan bahwa dirinya sudah 30 tahun berada di , waktu yang cukup lama berkecimpung di dunia perbankan itu, menjadi salah satu alasan penunjukan dirinya sebagai Bank Sulteng setelah melalui beberapa proses, seperti Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) OJK.

“Tentunya kalau tidak lulus itu saya tidak lulus sebagai direktur utama, kalaupun sudah ditunjuk oleh pemegang saham, namun harus mengikuti mekanisme yang harus dilalui. Saya sangat bahagia, setelah menerima SK langsung dari OJK Pusat Jakarta,”katanya.

Dirinya menginginkan bahwa Bank Sulteng dipandang sama dengan Bank besar lainnya, sebab di tahun 2024 ditantang mencukupi modal.

“Alhamdulilah kami sudah bergabung dengan Mega Corpora, dan saya harus kerja keras untuk mencapai target yang sudah disampaikan dalam RUPS dan permintaan dari para pemegang saham,”ujar Ramiyatie.

Ia juga memohon dukungan dari semua pihak untuk bisa mengembang tugas dengan baik, dimana Bank Sulteng bisa sejajar dengan Bank besar lainnya.

“Yang harus dihadapi kedepan yaitu tentang , yang mana digitalisasi sudah bisa bersaing dengan Bank lain, itu yang sementara dikejar,”kata Ramiyatie.

Ramiyatie juga menjelaskan bahwa dalam segi operasional semuanya sama dengan Bank lain, baik itu aplikasi juga sama, dan yang beda hanya namanya saja.

”Selama 30 tahun saya di Bank Sulteng semua oprasional juga semua berjalan dengan baik, dan siber juga aman-aman saja,”ungkap Ramiyatie.

Selaku Direktur Utama Bank Sulteng tentunya dirinya memiliki target market, khususnya ASN bisa mencapai 50-70 persen, bagaimana pun Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sudah berada di Bank Sulteng.

“Hanya satu daeah saja yaitu Kota Palu, namun saya akan bersilaturahmi dengan Walikota, membicarakan hal ini, siapa tahu saja pembayaran gaji mau melalui kami,”tutupnya.