Palu,truestory.id – Jurnalisme konstruktif memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, media massa berpotensi menjadi penggerak perubahan sosial, termasuk mendorong industri kelapa sawit berkontribusi lebih positif bagi masyarakat dan ekonomi.
Hal ini diungkapkan oleh pakar komunikasi Universitas Tadulako, Dr. Achmad Herman, dalam dialog publik Musyawarah Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (17/5/2025).
Menurutnya, media massa bisa menjadi saluran efektif untuk menyebarkan informasi yang membangun dan inspiratif.
“Media massa memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik, sehingga penting untuk menyajikan konten yang positif dan akurat. Dalam konteks Islam, ini dikenal dengan tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran sebelum menyebarkan informasi,” jelas Herman.
Ia menambahkan, jurnalisme konstruktif berperan penting dalam melawan hoaks dan informasi palsu yang marak beredar di era digital.
Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan bermanfaat.
Salah satu contoh konkret adalah industri kelapa sawit, yang menurut Herman, memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah penghasilnya.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lebih tinggi berkat kontribusi industri ini.
Herman menekankan bahwa kolaborasi antara media massa dan industri, termasuk sawit, dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.