Truestory– DPRD Kota Palu telah menyetujui lima rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif untuk dimasukkan dalam program legislasi daerah (Polegda) tahun 2024. Rancangan-rancangan tersebut merupakan hasil usulan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Palu.
Salah satu Ranperda inisiatif yang diusulkan adalah Ranperda Intensifikasi Lahan Pertanian Varietas Lokal Bawang Goreng Lembah Palu. Rancangan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan perlindungan terhadap lahan pertanian bawang goreng lokal di Lembah Palu.
Selain itu, ada pula Ranperda Perlindungan Petani Garam di Teluk Palu yang bertujuan untuk melindungi kepentingan petani garam di wilayah Teluk Palu. Ranperda ini akan memberikan perlindungan hukum bagi petani garam dan memastikan keberlanjutan industri garam di daerah tersebut.
Selanjutnya, terdapat juga Ranperda Pelestarian Batik Bomba yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni batik khas daerah Bomba. Rancangan peraturan ini akan memberikan perlindungan hukum dan dukungan untuk pengembangan industri batik Bomba.
Selain itu, DPRD Kota Palu juga mengusulkan Ranperda pemberian insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah swasta serta pendidik non-pegawai negeri sipil.
Rancangan peraturan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan dan insentif kepada para pendidik di sekolah swasta serta pendidik tanpa status PNS.Terakhir, DPRD Kota Palu juga akan membahas Ranperda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga.
Rancangan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ada di masyarakat.
Menurut Rezki Hardianti Ramadani, anggota Bapemperda DPRD Palu, kelima Ranperda inisiatif tersebut telah disepakati untuk dimasukkan dalam program legislasi daerah tahun 2024. Usulan-usulan ini didasarkan pada aspirasi masyarakat yang menghadapi permasalahan yang belum memiliki payung hukum yang spesifik.
Rezki juga menjelaskan bahwa semua usulan Ranperda inisiatif tersebut telah memiliki undang-undang yang akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut. Pembahasan ini melibatkan seluruh anggota Bapemperda DPRD Palu.
Wakil Ketua Bapemperda, H. Nasir Dg Gani, menyatakan bahwa keenam Ranperda inisiatif ini akan menjadi prioritas dalam pembahasan. Mengingat dampak langsungnya terhadap masyarakat, DPRD Kota Palu sepakat untuk mengutamakan pembahasan rancangan peraturan tersebut.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.