Palu,truestory.id— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Universitas Tadulako (Untad) dalam melakukan transformasi digital melalui Sistem Informasi Global Akses (SIGA-8). Dukungan itu disampaikan saat prosesi Wisuda ke-132 Untad di Auditorium Bumi Tadulako, Tondo, Senin (27/10).
Ketua DPRD Sulteng diwakili oleh Anggota Komisi III, Marthen Tibe, yang hadir bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulteng, Fahrudin Yambas, mewakili Gubernur Sulteng. Hadir pula Rektor Untad Prof Amar, para guru besar, dekan, serta ribuan orang tua wisudawan dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Amar mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan studi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mempercayakan Untad sebagai tempat menimba ilmu.
Prof. Amar menegaskan komitmen Untad untuk terus bertransformasi menuju universitas unggul dan berdaya saing global.
Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan yakni SIGA-8, inovasi digital yang menjadi simbol arah baru Untad dalam memperkuat tata kelola, riset, publikasi, serta layanan akademik dan administrasi kampus.
“SIGA-8 bukan sekadar sistem digital, tetapi representasi semangat Untad membangun ekosistem kampus yang terintegrasi, transparan, dan berstandar global,” ujarnya.
Rektor juga mengajak para lulusan menjadi Generasi SIGA-8 — generasi cerdas, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi era transformasi digital serta kompetisi dunia kerja yang semakin ketat.
Ia turut menyoroti pentingnya internasionalisasi kampus sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya melalui kunjungan lembaga akreditasi asal Jerman, ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences, and Mathematics), sebagai langkah menuju pengakuan internasional bagi sejumlah program studi Untad.
Dalam pesannya, Prof. Amar kembali menegaskan tiga nilai utama yang menjadi jati diri lulusan Tadulako, yakni Nakaba (pantang menyerah dan kerja keras), Natona Nalanggai (berani berbuat baik dan bertanggung jawab), serta Nabaraka (mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman).
Sementara itu, Marthen Tibe dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru dalam kehidupan.
“Kerja keras, disiplin, dan doa tidak pernah mengkhianati hasil. Jadilah generasi penerus yang berintegritas, kreatif, dan berjiwa pemimpin,” ujarnya.
Marthen juga mengajak para lulusan Untad untuk tidak berhenti belajar serta terus berkontribusi bagi pembangunan Sulawesi Tengah.
“Jangan takut bermimpi besar. Jadilah agen perubahan yang membawa terang dan harapan bagi masyarakat,” pesannya.
Ia menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar seluruh lulusan Untad dapat terus berprestasi dan mengabdi bagi daerah serta bangsa.
“Keberhasilan bukan hanya soal gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu itu memberi manfaat bagi sesama,” tutup Marthen.