,.id – Puluhan pengemudi daring yang tergabung dalam Asosiasi Regional menyampaikan aspirasi mereka kepada Wakil Gubernur Sulteng, dr. , dalam audiensi di ruang kerja wagub, Rabu (21/5/2025).

Ketua Asosiasi, Ahmad Sibagatul Islam, menuturkan keluhan mereka terkait sejumlah kebijakan dari aplikator seperti Maxim, Grab, dan Gojek yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan mitra. “Kami ingin keadilan. Biaya operasional naik, tapi kebijakan aplikator justru memberatkan,” ujarnya.

Aspirasi yang disampaikan mencakup penolakan pemasangan stiker branding sebagai syarat prioritas order, permintaan penurunan komisi Maxim menjadi maksimal 10 persen, serta pembatasan jumlah agar tidak melebihi permintaan pasar. Para pengemudi juga menolak skema tarif hemat dari Grab dan Gojek yang dinilai tidak realistis dan memicu persaingan tidak sehat.

Menanggapi hal itu, Wagub dr. Reny berjanji akan memfasilitasi dialog bersama antara driver, aplikator, dan instansi terkait.

“Kami akan sampaikan ke Gubernur dan mengupayakan pertemuan terbuka agar ada solusi yang adil,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antar pemangku kepentingan demi mewujudkan ekosistem daring yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan di .