Palu,truestory.id- Calon Wali Kota Palu 2024, Dr. Hidayat, M.Si, bersama pasangannya Andi Nur B. Lamakarate, menyampaikan komitmen untuk memutihkan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan/Perkotaan (PBB-P2) warga Palu yang telah menunggak selama bertahun-tahun.
Janji ini menjadi salah satu kebijakan yang ditawarkan dalam kampanye mereka, dengan tujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.
“Kita akan hapuskan piutang PBB yang sudah bertahun-tahun menunggak. Banyak warga yang mengeluhkan besarnya denda hingga melebihi nilai tanah mereka, sehingga enggan membayar. Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat memulai kembali membayar pajak secara normal di tahun-tahun berikutnya,” jelas Hidayat dalam salah satu kegiatan kampanyenya.
Berdasarkan data yang dipublikasikan pemerintah kota, tunggakan PBB-P2 di Palu mencapai lebih dari Rp80 miliar. Hidayat menegaskan bahwa jika dirinya bersama Anca dipercaya memimpin, kebijakan pemutihan ini akan segera direalisasikan.
Andi Nur B. Lamakarate mendukung penuh rencana tersebut. Menurutnya, langkah ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.
“Dengan menghapuskan tunggakan lama, masyarakat tidak lagi terbebani denda yang menumpuk, sehingga lebih termotivasi untuk membayar pajak secara rutin ke depannya,” ujarnya.
Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palu menunjukkan total piutang PBB warga pada tahun 2022 mencapai Rp95 miliar, meningkat Rp15 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada 2023, piutang tercatat sebesar Rp70 miliar. Bahkan, menurut anggota DPRD Kota Palu, Joppie Alvi Kekung, dalam rapat paripurna Juli 2024, total piutang dari sektor pajak daerah mencapai Rp144 miliar.
Beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Bandung, Malang, dan Boyolali, telah memberlakukan kebijakan serupa, yang terbukti mampu mendorong masyarakat untuk kembali memenuhi kewajiban pajaknya.
Hidayat dan Anca optimistis langkah ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan tata kelola keuangan Kota Palu.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.