,.id – Kehadiran PT Indonesia Industrial Park (IMIP) terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan di Kabupaten Morowali.

Tidak hanya mendorong nilai ekspor nikel ke pasar global, keberadaan kawasan industri terpadu ini juga menghadirkan efek ganda (multiplier effect) dengan menghidupkan ribuan usaha rakyat, menyerap , serta meningkatkan pendapatan .

Data Pemerintah Kabupaten Morowali mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mengalami lonjakan tajam. Pada 2020, PDRB per kapita berada di angka Rp 388,80 juta, dan pada 2024 melonjak hingga Rp 1,3 miliar.

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh meningkatnya nilai ekspor logam dasar serta dinamika inflasi di hampir semua sektor usaha.

Media Relations Head , Dedy Kurniawan, menjelaskan bahwa kawasan industri mulai beroperasi penuh sejak 2015.

“IMIP telah menjadi magnet investasi, khususnya nikel dan energi. Pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan jaringan listrik juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Dampak tersebut tercermin dari tumbuhnya berbagai usaha penunjang, mulai dari katering, transportasi, laundry, barbershop, hingga hotel dan perumahan di sekitar Kecamatan Bahodopi.

Konektivitas yang kian baik turut memperlancar distribusi barang serta memperkuat daya tarik investasi di sektor non-nikel.

Selain itu, kontribusi IMIP terhadap fiskal daerah dan negara melalui pajak, royalti, dan retribusi menjadi penopang pembangunan layanan publik.

Hingga Mei 2025, jumlah karyawan tercatat mencapai 85.423 orang, menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya investasi.

Dengan efek berlapis yang dihasilkan, IMIP kini tak hanya menjadi simbol industri nikel, tetapi juga tumpuan utama pertumbuhan ekonomi regional.