, TRUE STORY – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil) Provinsi terus mengecarkan serta mendorong realisasi perekaman data KTP-elektronik(), khususnya bagi dan penyandang Distabilitas untuk persiapan Pemilu 2024.

Dukcapil menggulirkan jemput bola perekaman KTP-el di seluruah wilayah kabupaten dan kota di .Kegiatan jemput bola ini memberikan layanan administrasi kependudukan yakni rekam dan cetak serta penerbitan Digital ID atau KTP Digital.

” Program dan agenda itu merupakan bagian dari program Dukcapil Goes to School yang digagas Kemendagri, ” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sulawesi Tengah Andi Hajidin, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa(22/8/2023).

Melalui program itu, Dukcapil ingin mendorong realisasi perekaman data KTP-el, khususnya bagi untuk persiapan Pemilu 2024.Dia menambahkan layanan jemput bola perekaman data, terus bergulir secara serantak di sejumlah daerah kabupaten kota.

“Sepanjang tahun ini kita sudah buat jadwal jemput bola di seluruh sekolah. Tidak hanya SMA dan SMK, tapi kita sasar juga di wilayah adat dan tempat terpencil di seluruh wilayah dan juga tidak bisa di abaikan hak pemilih bagi penyandang Distabilitas, ” katanya.

Disebutkannya,antusias pelajar untuk melakukan perekaman data KTP-el lewat program Dukcapil Goes to School ini sangat tinggi. Hasilnya, realisasi perekaman di beberapa wilayah mampu meningkat signifikan,khususnya wilayah .


“Sekarang sudah hampir dari 90 persen terlaksana, sedikit lagi memenuhi target artinya sedikit lagi akan memenuhi intruksi secara Nasional. Kekurangannya cuma sekian persen saja. Insya Allah, target Desember 2023 mendatang bisa tuntas 100 persen,”ujarnya.


Sementara itu berdasarkan data KPU Provinsi Sulawesi Tengah dari 175 jumlah kecamatan di kabupaten kota terdapat 2.236.703 pemilih aktif dan jumlah pemilih potensial Non KTP-el  80.586 jiwa.

” Dari data yamg dimiliki Dukcapil secara umum, terdapat ribuan pemilih pemula. Namun hal itu sudah di pilah dari kabupaten, kota dan anak sekolah sudah diserahkan ke masing masing Dukcapil untuk lebih intens mengejar ke se sekolah- sekeloh, ” tambahkannya.

Lebih jauh, namun kendala saat ini yang di hadapi Dukcapil jika sekolah yang terletak di ibu kota kabupaten itu jauh dari jangkauan Dinas apalagi seperti di wilayah Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

” Hal itulah yang jadi repot, satu sisi yang jadi kendala utama yakni keterbatasan anggaran. Dimana saat ini terdapat 5 kabupaten terendah kepemilikan KTP- el di , sehingga menjadi hambatan ruang gerak Dukcapil yang berada di kabupaten lainnya. Sehingga harus menerapkan dua pilihan untuk mengatasinya yakni menjemput bola atau menunggu bola,” katanya.

” Yang jelas saat ini target untuk dilakukannya progres program perekaman KTP-el akan dilakukan hingga Desember 2023 nanti,kalau toh tidak capai target akan di tambah waktunya hingga Januari 2024 sebelum dilaksanakan Pemilu, ” tandasnya.