Donggala,truestory.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Donggala pada Minggu (31/8/2025) sore mengakibatkan banjir di Desa Wombo Mpanau, Kecamatan Tanantovea. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA tersebut menyebabkan jembatan utama di desa setempat putus dan membuat akses jalan menuju tiga desa terputus.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, melaporkan bahwa tiga desa terdampak akibat terputusnya jembatan, yakni Desa Wombo Mpanau, Desa Wombo Induk, dan Desa Wombo Kalonggo. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi yang dilaporkan.
Menurut kronologi, debit air sungai meningkat tajam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 17.30 WITA. Arus air yang deras kemudian merusak jembatan penghubung hingga tidak bisa dilalui.
“Situasi saat ini hujan sudah reda dan banjir telah surut, namun warga membutuhkan jembatan darurat untuk memulihkan akses jalan,” ungkap Akris Fattah Yunus.
BPBD Provinsi Sulteng bersama aparat desa telah melakukan assessment awal serta berkoordinasi untuk penanganan darurat. Saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan jembatan darurat agar distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terhambat.
Laporan ini disampaikan BPBD Provinsi Sulteng kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait seperti BNPB, Kementerian Sosial, hingga DPRD Provinsi Sulteng.
Pihak BPBD menegaskan bahwa dukungan segera sangat diperlukan agar masyarakat di tiga desa yang terisolasi kembali mendapatkan akses transportasi dengan cepat.