TRUESTORY.ID – , Maluku, adalah salah satu surga tersembunyi di timur Indonesia yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Pulau ini berada di Kepulauan Banda dan terdiri dari enam desa administratif, yaitu Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata.

saat ini sangat populer di media sosial TikTok. Bahkan, ada pengguna yang mengatakan “jangan meninggal dulu sebelum ke Banda Neira”.

Kehidupan laut di sekitar pulau Banda Neira juga sangat indah dan dipenuhi oleh lumba-lumba yang bisa dinikmati oleh para wisatawan.

Bahkan, keindahan alam Banda Neira diabadikan di pecahan uang kertas Rp1.000 emisi 2016. Gambar itu terlihat berada di bagian belakang bersama dengan gambar Bunga Anggrek Larat dan Tarian Tifa sebagai identitas .

Menurut BPKP, Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia karena Kepulauan Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi hingga pertengahan abad ke-19.

Pulau ini juga mempunyai penjajahan dimana bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, dan Inggris tertarik dan datang untuk berkuasa. Bangsa Belanda pun datang menguasai tempat ini. Saat itu, Banda Neira digunakan sebagai tempat pembuangan tahanan politik pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Beberapa tokoh perjuangan nasional yang pernah merasakan tinggal di pulau ini di antaranya Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Cipto Mangunkusumo.

Rumah tempat tinggal Sutan Syahrir dan Mohammad Hatta telah diubah menjadi museum sejak tahun 2016, sedangkan rumah Cipto Mangkusumo masih dibiarkan kosong.

Orang-orang di Banda Neira lebih suka berjalan kaki karena tidak adanya transportasi umum seperti yang sering kita jumpai di kota. Berjalan kaki lebih menyenangkan karena dapat melihat bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan. Di pulau tersebut, hanya ada motor ojek yang digunakan oleh masyarakat untuk menempuh jarak yang jauh.

Banda Neira juga terkenal sebagai pulau penghasil pala yang menjadikannya tempat yang diminati oleh Bangsa Eropa. Mereka bahkan mendirikan benteng untuk mempertahankan diri. Salah satunya adalah Benteng Belgica yang dibangun oleh Portugis untuk memantau kedatangan musuh.

Dengan keunikan budaya, panjang, dan keindahan alamnya, Banda Neira adalah destinasi yang pantas dikunjungi bagi siapa saja yang ingin mengalami pesona Timur.**