, TRUE STORY – Pemerintah Provinsi () memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Desember 2023.

Perpanjangan status ini dilakukan berdasarkan hasil pemantauan Statiun Meteorlogi Mutiara Sis Aljufri Badan Meteorlogi, Klimatologi,dan Geofisika, aktivitas di wilayah yang diprediksi akan mengalami Fenomena El Nino atau kondisi kemarau/kekeringan dalam kurun waktu lama yang berpotensi terjadinya Bencana Hidrometeorologi di bulan November 2023 dan diperkirakan akan meluas sampai dengan Februari 2024.

” Status itu sesuai surat keputusan Gubernur nomor 300.2.3/512/BPBD – G. ST/2023 tentang status perpanjangan siaga darurat bencana Hindrometereologi di .Perpanjangan status siaga darurat ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik , Andi Sembiring kepada .id, Rabu(25/10/2023).

Dia menyebutkan, dampak fenomena El Nino sendiri di wilayah Sulteng dalam beberapa bulan terakhir yakni sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak 11 kali yang tersebar di beberapa kabupaten.

” Khusus di desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai telah terjadi kekeringan. Selain itu belum lama ini ada masuk surat permintaan air bersih dari wilayah BTN Palu Nagaya, kecamatan Ulujadi, , ” disebutkannya.

Lebih jauh,kata Andi selain menyediakan air bersih untuk mengantisipasi situasi kekeringan saat ini, pihak BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sendiri tetap menunggu respon dari BPBD masing Kabupaten dan kota sendiri, dikarenakan status BPBD Provinsi sifatnya untuk mendukung pelaksana kegiatan penanganan bencana.

” tetapi jika memang belum ada yang masuk laporannya, pihak BPBD Provinsi mengambil inisiatif langkah taktis untuk melakukan penanganan langsung.Dan untuk kesiapsiagaan sendiri juga sudah di siapkan tim khusus jika terjadi bencana kapan dan dimanapun untuk terjun ke lokasi, ” pungkasnya.