JAKARTA, TRUE STROY – Sebanyak 25 Kepala Desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, melakukan studi banding ke Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Selatan, Senin (27/11/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Donggala, Takwin, Kepala Dinas PMD Donggala, Fauziah, Direktur Fasilitasi LKAD PKK dan Posyandu Kemendagri, TB. Chaerul Dwi Sapta, serta Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Desa dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Desa, Kabupaten Donggala Nasmah.
Takwin mengatakan, studi banding ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para Kepala Desa dalam mengelola pemerintahan desa.
“Kami berharap, dengan studi banding ini, para Kepala Desa dapat lebih memahami tugas dan fungsinya, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Takwin.
Dalam studi banding ini, para Kepala Desa diajak untuk berkeliling di lingkungan Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri. Mereka juga diberikan pemaparan tentang berbagai program dan kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan desa.
Selain itu, para Kepala Desa juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan para pejabat di Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.
Fauziah, Kepala Dinas PMD Donggala, mengatakan, studi banding ini sangat bermanfaat bagi para Kepala Desa.
“Para Kepala Desa dapat melihat langsung bagaimana pengelolaan pemerintahan desa yang baik dan sukses,” kata Fauziah.
Fauziah berharap, dengan studi banding ini, para Kepala Desa dapat menjadi pemimpin yang lebih baik dan mampu membawa kemajuan bagi desanya.
“Kami berharap, para Kepala Desa dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang didapat dari studi banding ini di desanya masing-masing,” kata Fauziah.
Sementara itu, TB. Chaerul Dwi Sapta mengatakan seluruh Kepala Desa harus wajib bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.
” Kepala desa merupakan ujung tombak pembangunan di desa. Oleh karena itu, penting bagi para Kepala desa untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, termasuk pengembangan wisata, ” ungkapnya.
“Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para Kepala desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata TB. Chaerul Dwi Sapta.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.