SIGI, TRUE STORY – Sekolah Sigi melepas 57 lulusan angkatan pertamanya dalam sebuah prosesi di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, . Sekolah ini dibangun oleh Yayasan Media Group dengan dana kemanusiaan dari masyarakat dan pemirsa Metro TV melalui Dompet Kemanusiaan Media Group.

Para wisudawan adalah anak-anak penyintas bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di , Sigi, dan Donggala pada tahun 2018. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar di Sekolah .

Dari 28 wisudawan , empat orang telah diterima di beberapa perguruan tinggi dengan beasiswa penuh. Enam wisudawan lainnya juga mendapatkan beasiswa pendidikan biasa.

Kepala Sekolah Sukma Bangsa Sigi, Nurhayati, berharap para lulusan dapat membawa nama baik dan Kabupaten Sigi, serta berkontribusi terhadap peningkatan SDM di daerah tersebut.

Gubernur Sulawesi Tengah, , dalam sambutannya mengatakan bahwa Sekolah Sukma Bangsa bisa menjadi contoh sekolah negeri di agar siswa dan gurunya juga bisa menerbitkan buku.

Ia juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia di berada di angka 71 persen, dan meminta agar pertumbuhan pendidikan di Sulteng dapat terus ditingkatkan.

Salah satu siswi yang menerima beasiswa di Universitas Prasetiya Mulya, Dwi Anggraeni, menyampaikan bahwa ini adalah momen sedih perpisahan teman sekolah, dan berharap bisa bertemu lagi dengan posisi yang lebih baik, cita-cita yang digapai.