.id – Selama puluhan tahun masjid Raya DonggaLa di , , memiliki tradisi khas yang menjadi warisan turun temurun setiap bulan Ramadan. Kebiasaan khusus itu adalah menyantap Peca, yang sampai saat ini masih terus dilestarikan.

Peca adalah sajian sederhana yang terbuat hanya dari beras yang dimasak bersama santan menjadi bubur santan dan ditambahkan garam sebagai penyedap rasanya. Peca disajikan bersama sambal terasi, kadang kala sambal ikan, atau juga palumara sebagai hidangan khas .

Menurut Sekretaris Panitia Masjid Raya Donggala, yang menjabat sebagai ketua bidang komunikasi dan informasi dalam struktur kepengurusan Yayasan Masjid Raya Donggala, Safrudin menyebutkan tradisi menikmati Peca dipercaya untuk kebaikan pencernaan berdasarkan cerita imam masjid Raya terdahulu.

“Peca ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak saya belum lahir,” kata Safrudin Rabu (6/4/2023).

Mulanya, sekitar tahun 1960an silam, Peca dimasak dengan tungku kayu dihalaman samping Masjid Raya. Seiring waktu berjalan, lokasi memasak Peca telah berpindah-pindah sebanyak empat kali. Nanti setelah masak barulah dibawa ke masjid, ditakar dan disajikan.

“Ini kebiasaan kita di masjid Raya Donggala sejak dari tahun 60-an ini Peca sudah ada di Donggala sampai masa berganti masa, sampai sekarang itu tetap dilestarikan ini Peca ini,” ujar pengurus masjid Raya Donggala yang setiap tahunnya mendapat tugas untuk mengisi Peca ke mangkuk, Yusuf H Wahab.

Tugas itu ibarat amanat bagi Yusuf, karena kebiasaan menyendok Peca juga diwarisi dari kakaknya. “Dulu sejak masih kecil sudah ikut bantu-bantu untuk menyendok Peca dan sampai sekarang masih dipercayakan,” tutur Yusuf.

Setelah ditakar dan diatur berjejer di lantai, Peca disantap sebagai pembuka saat beduk masjid telah dipukul sebanyak tiga kali.

Saat ini, di bawah kepemimpinan H Umar Hamid sebagai Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Donggala, suasana buka puasa bersama hingga ratusan orang akan selalu dijumpai di setiap Ramadan. Selain menggunakan dana operasional masjid, berbagai kebutuhan seperti beras, gula, kopi, susu, termasuk air minum, juga menjadi pemberian sukarela dari warga.

Setiap tiga hari sekali pengurus yayasan masjid Raya Donggala menyiapkan 50 Kilogram beras untuk dimasak menjadi Peca, juga puluhan biji kelapa untuk diolah menjadi santan, ditambah garam, serta bahan dan bumbu-bumbu lainnya untuk diolah menjadi sambal.

Uniknya, Peca yang disiapkan setiap hari selalu tercukupi, meskipun orang yang datang berbuka puasa di masjid Raya Donggala tidak pernah dihitung, namun di perkirakan mencapai 200an orang, termasuk warga sekitar yang datang mengambil Peca di masjid tetapi berbuka puasa di rumah.

Peca dipastikan ada di Donggala pada setiap Ramadan, karena sudah menjadi makanan favorit untuk berbuka puasa. Peca dapat dijumpai juga di rumah-rumah warga sebagai menu sajian berbuka puasa meskipun tidak rutin.