,.id – dan Pemasyarakatan () melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kelas I TPI Morowali, , Senin (16/9/2025). Peresmian ini menandai langkah baru dalam peningkatan layanan keimigrasian di wilayah industri strategis nasional tersebut.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi , Arief Hazairin Satoto, menyampaikan bahwa sejak 2017 pelayanan keimigrasian di Morowali masih bergantung pada Unit Kerja Keimigrasian di bawah Kanim Banggai.

Dengan pesatnya investasi, arus tenaga kerja asing, serta mobilitas masyarakat, kehadiran kantor imigrasi permanen di Morowali menjadi kebutuhan mendesak.

Pembangunan ini terealisasi berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali yang menghibahkan lahan seluas 3 hektar dan menanggung biaya tahap awal Rp23,2 miliar dari APBD 2025.

Gedung utama seluas 2.500 m² akan dilengkapi fasilitas rumah dinas, area olahraga, kantin, hingga parkiran luas.

Bupati Morowali, Iksan, menegaskan pentingnya pengawasan tenaga kerja asing (TKA).

“TKA harus memberi nilai tambah, bukan mengambil pekerjaan yang bisa dikerjakan masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik penanaman bibit kelapa sebagai peluang diversifikasi ekonomi.

menekankan bahwa pembangunan ini selaras dengan program nasional, termasuk penguatan pelayanan publik dan ketahanan pangan.

“Hibah tanah dan bangunan ini harus diikuti pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain peletakan batu pertama, kementerian juga menyalurkan 5.000 paket bantuan sosial dan menanam 200 bibit kelapa di lahan Kanim Morowali.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Iriane Iliyas, Plt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, Forkopimda, serta masyarakat setempat. Pembangunan Kanim Morowali diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan, investasi, dan pembangunan daerah.