PALU, TRUE STORY – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri rapat persiapan pelaksanaan kegiatan retreat bagi seluruh Pejabat Eselon II lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Retreat tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan kualitas kepemimpinan aparatur pemerintahan.
Rapat persiapan dilaksanakan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (29/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Asisten, serta Staf Ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, direncanakan akan turut hadir dan mengikuti langsung rangkaian kegiatan retreat bersama para Pejabat Eselon II.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa kegiatan retreat diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya sebagai sarana evaluasi diri, penguatan komitmen, serta penyelarasan kembali semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia juga menegaskan pentingnya ruang refleksi bersama agar setiap pejabat mampu menata kembali cara pandang, sikap, dan langkah kerja secara lebih bijaksana.
“Retreat ini diharapkan menjadi momentum untuk menenangkan diri dari rutinitas pekerjaan, melakukan refleksi secara mendalam, serta memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan retreat memiliki nilai strategis dalam membangun aparatur pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, keseimbangan antara kapasitas, karakter, dan komitmen merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, suasana kebersamaan dalam kegiatan retreat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta menyelaraskan kembali tujuan bersama dalam melayani masyarakat.
“Nilai-nilai positif yang diperoleh selama retreat hendaknya diimplementasikan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga setiap kebijakan dan langkah kerja tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat kebersamaan dan integritas yang semakin kokoh di lingkungan pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah, guna mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.