LANGIT di atas perairan Teluk tampak kelam dengan asap hitam tebal yang dibawa angin, menandakan situasi darurat yang sedang terjadi.

Pada pukul 09.30 WITA, sebuah sinyal SOS standar internasional mengabarkan kebakaran di kapal motor (KM) Niaga Sari yang sedang berlayar di tengah laut.

Kapal tersebut membawa 12 penumpang, dua di antaranya dinyatakan hilang, sementara sepuluh lainnya berhasil diselamatkan oleh gabungan.

Para akhirnya diturunkan untuk melakukan pertolongan, sejumlah kapal penyelamat pun telah disiapkan.

Baik perahu karet, kapal pemadam kebakaran, serta tim penyelam telah siap mendekati kapal yang terbakar.

Dengan komando, setiap regu akhirnya berangkat dengan visi penyelamatan. Saat mendekati kapal, ditemukan sejumlah penumpang telah menyelamatkan diri dengan terjun ke air.

Para korban penumpang KM Niaga Sari pun tertolong, dan berhasil dievakuasi serta mendapatkan pertolongan medis yang cepat dari tim SAR gabungan.

Setelah mendata para korban, nampaknya tersisa dua penumpang yang masih belum ditemukan. Tim SAR akhirnya meminta agar regu menyelam untuk melakukan pencarian, dan akhirnya dua orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Andreas Hendrik Johannes, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari yang dirancang untuk menguji kesiapan tim dalam menangani situasi darurat di perairan.

“Simulasi ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana kesiapan kita. Di sini, setiap pihak diuji untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab melakukan apa dalam situasi krisis seperti ini,” ungkap Andreas, Rabu (7/8/2024) di Pantai , Kota Palu.

Simulasi ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan kapal di Teluk Palu, mengingat perairan ini merupakan bagian dari Selat Makassar yang jalurnya sangat padat dengan pelayaran.

Andreas menambahkan bahwa dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (), lalu lintas kapal di wilayah ini diprediksi akan semakin ramai, sehingga peningkatan latihan SAR menjadi sangat krusial.

Berdasarkan data operasi SAR dari Januari hingga Juli 2024, tercatat sebanyak 68 kejadian dengan 397 orang selamat, 22 orang meninggal dunia, dan 2 orang hilang.

Untuk insiden yang membahayakan jiwa manusia, terjadi 24 kejadian, sementara kecelakaan kapal tercatat sebanyak 31 kejadian, dan bencana alam sebanyak 13 kejadian.