Palu,truestory.id – Seorang Pengusaha, Andi Nur B. Lamakarate (ANL), mengungkapkan kekhawatirannya terkait stagnasi ekonomi di Kota Palu yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Andi Nur Lamakarate mengeluhkan bahwa dua investasinya di kota tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya akibat perekonomian yang tidak tumbuh.
“Dua investasi saya di Kota Palu tidak berjalan karena ekonomi di sini tidak tumbuh,” ujar Andi Nur Lamakarate yang akrab disapa Anca, di Palu, Rabu (22/8/2024).
Menurutnya, salah satu penyebab utama dari lambatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Palu adalah minimnya lapangan kerja yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Hal ini, lanjutnya, membuat masyarakat tidak memiliki penghasilan yang cukup sehingga menyebabkan angka kemiskinan tetap tinggi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Kota Palu per Maret 2023 sebanyak 26.830 jiwa, sedikit meningkat dari 26.750 jiwa pada tahun 2022.
Olehnya ia akan berpasangan dengan Hidayat, yang memiliki pengalaman luas di pemerintahan, sebagai calon Wali Kota Palu.
“Kami memiliki visi dan misi yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Palu dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata ANL yang akan mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota.
Anca menyampaikan bahwa Hidayat, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Palu periode 2016-2021, telah berhasil menjaga stabilitas angka kemiskinan selama masa kepemimpinannya.
Data menunjukkan, pada tahun 2017, jumlah penduduk miskin di Palu tercatat sebanyak 25.490 jiwa, dan terus turun hingga 25.260 jiwa pada 2018.
Meskipun terjadi bencana pada tahun 2019, angka kemiskinan masih bisa ditekan di angka 26.620 jiwa.
“Kami memahami betul kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang berada di lapisan menengah ke bawah. Kami berjanji akan bekerja maksimal untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan jika diberikan kesempatan oleh masyarakat Kota Palu,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.