.id – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Brigjen Pol Hery Santoso menyebutkan pelanggaran tahun 2023 di wilayah tersebut turun sebanyak 1.656 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2022.

“Perbandingan data pelanggaran berupa tilang periode tahun 2022 sejumlah 13.032 kasus sedangkan untuk tahun 2023 sejumlah 11.376 kasus,” jelas Wakapolda dalam gelar pasukan operasi patuh tinombala 2023 di Mapolda , Senin.

Lanjut Wakapolda, jumlah kecelakaan lalulintas periode tahun 2022 yakni 556 kasus dan untuk tahun 2023 sejumlah 619 kasus.

“Ada kenaikan sebanyak 63 kasus dan korban yang meninggal dunia periode tahun 2022 sebanyak 169 orang, sedangkan tahun 2023 sebanyak 187 orang,” sebutnya.

Ia menyebutkan, untuk kerugian materi periode tahun 2022 sebesar Rp2,3 miliar lebih dan tahun 2023 sebesar Rp2,6 miliar lebih.

Hery mengemukakan, operasi patuh tinombala 2023 dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum dan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai 10 Juli – 23 Juli 2023.

“Melibatkan sebanyak 720 personel yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif disertai persuasif serta humanis guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas,” terangnya.

Dia menjelaskan, sasaran prioritas oerasi keselamatan yakni pelanggaran tidak memakai helm, melebihi batas kecepatan, pengemudi di bawah umur, tidak memakai safety belt, pengemudi mabuk, menggunakan hp saat berkendara, melawan arus, danover dimensi dan over load (odol).

 “Sebelum memulai operasi perlu dilakukan gelar pasukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan sasaran,” tambahnya

Kata Wakapolda, ada beberapa penekanan dalam pelaksanaan operasi patuh tinombala 2023 yakni patroli dan penjagaan pada lokasi rawan macet, laka dan pelanggaran lalu lintas.

Selain itu melaksanakan penindakan pelanggaran lalulintas menggunakan etle statis dan mobile serta blankoteguran.

“Utamakan memberikan edukasi kamseltibcar lantas kepada masyarakat secara intens khususnya kepada kaum milenial sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” tutup Wakapolda.