, TRUE STORY – Pemerintah Provinsi menetapkan hidrometeorologi. Penetapan status siaga ini dilakukan menyusul informasi ancaman bencana dan hasil pemantauan Statiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG).

Penetapan status itu dibuat oleh Gubernur , Rusdy Mastura berdasarkan kajian informasi dari BMKG,untuk mengantisipasi meluasnya dampak yang disebabkan fenomenan atau kondisi kemarau/kekeringan dalam kurun waktu yang lama yang berpotensi terjadinya bencana Hindrometeoroligi di bulan November 2023 dan prakiraan meluas sampai Februari 2024

Status Siaga Darurat itu berlaku selama 30 hari sejak 8 September sampai 7 Oktober 2023,” isi surat yang ditandatangani Gubernur , Rusdy Mastura.Hal itu juga memperhatikan Surat Kepala BMKG Mutiara Sis Aljufri nomor HM.02.04/006/KPLW/IX/2023 tanggal 7 September 2023 Rekomendasi Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan(KARHUTLA) serta bencana Hidrometeorologi di Provinsi Sulawesi  Tengah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) , Andi Sembiring, mengatakan bahwa penetapan status siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Status siaga ini akan berlaku hingga akhir tahun 2023,” kata Andi Sembiring dalam keterangannya, Rabu (27/9/2023).

Andi Sembiring menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Sulawesi Tengah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi antara lain Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten , Kabupaten Tolitoli, dan .

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi, antara lain:

Melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi,menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana hidrometeorologi.

Andi Sembiring mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diminta untuk mengikuti arahan dari petugas BPBD dan instansi terkait jika terjadi bencana.