,.id- Memasuki hari ketiga operasi pencarian KLM Nur Ainun Balqis yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten , tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat, Rabu (18/2/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan mengungkapkan, kendala utama dalam operasi ini adalah luasnya area pencarian yang mencapai 509 nautical mile (Nm).

Tim harus menyisir perairan terbuka dengan pola pencarian track spacing 1 Nm menggunakan KN SAR Baladewa, yang berjarak sekitar 52 Nm dari dermaga keberangkatan.

Tak hanya itu, titik pasti lokasi kapal tenggelam hingga kini belum diketahui secara akurat. Kondisi tersebut membuat tim harus memperluas radius pencarian dan menyesuaikan strategi di lapangan.

“Koordinat awal kejadian masih bersifat perkiraan, sehingga pencarian dilakukan secara maksimal pada sejumlah titik yang dipetakan,” demikian keterangan resmi yang disampaikan Basarnas Palu.

Faktor juga menjadi tantangan serius. berawan disertai angin berkecepatan 1 hingga 24 knot serta tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2 meter memperlambat manuver kapal dan proses penyisiran.

Gelombang yang cukup tinggi di perairan terbuka Selat Makassar memaksa tim bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan personel.

Dari lima orang dalam kapal, tiga korban berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Unsur SAR yang terlibat terdiri dari Tim Rescue KPP Palu, , Polairud, Saka SAR, hingga nelayan setempat.

Tim SAR menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan secara intensif, sembari memaksimalkan koordinasi dan evaluasi harian di tengah keterbatasan kondisi alam.