.id – Patra Niaga Regional Sulawesi saat ini melanjutkan tahapan pendataan dan pencocokan data tepat LPG di wilayah Provinsi Gorontalo, , Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Program tersebut bertujuan agar penyaluran LPG 3 kilogram tepat sasaran dengan segmen yang diatur pemerintah dan juga untuk melindungi konsumen yang berhak menerima dari konsumen yang tidak berhak.

Saat ini untuk di wilayah Provinsi tersebut sedang tahap pendataan dan pencocokan data agar penyaluran LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya dan tepat sasaran.

Di Provinsi Gorontalo telah dilakukan pendataan dan pencocokan data untuk wilayah Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwatu.

Sementara di Provinsi saat ini kabupaten/kota yang tengah dilakukan pencatatan dan pencocokan data yaitu Morowali, Morowali Utara, Buol, Poso, Tolitoli, Sigi dan Tojo Una-una.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini baru di kabupaten/kota Konawe Utara, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Bombana dan Kendari.

Di Sulawesi Barat, kabupaten/kota yang tengah dilakukan pendataan dan pencocokan data yaitu Mamasa, Mamuju Tengah dan Majene.

Sedangkan di Sulawesi Selatan hampir keseluruhan Kab/Kota sedang dilakukan tahapan pendataan dan pencocokan data subsidi tepat LPG 3 kilogram.

Area Manager Communication, Relations & CSR Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan dalam tahapan menuju transformasi subsidi tepat LPG 3 kilogram terdapat beberapa tahapan yang pertama tahapan validasi data pangkalan yaitu agen LPG 3 kilogram melakukan validasi data pangkalan melalui website Monitoring Agen.

Kedua adalah tahap On Boarding yaitu proses on boarding pangkalan pada website Merchant Apps MyPertamina.

Ketiga yakni tahap Implementasi yaitu pangkalan melakukan pencatatan transaksi pembelian melalui website Merchant Apps MyPertamina

“Saat ini masuk dalam tahapan pertama dan kedua yaitu Agen mendaftarkan Pangkalan LPG 3 kilogram di website Monitoring Agen dan tahap kedua paralel pangkalan proses on boarding pada website Merchant Apps MyPertamina. Selanjutnya menyusul kabupaten/kota lain di wilayah Sulawesi akan kita sampaikan progressnya”, ucap Fahrougi dihubungi, Selasa.

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga melanjutkan program uji coba pendataan dan pencocokan data subsidi tepat LPG 3 kilogram ini dilandasi oleh Keputusan Menteri ESDM No. 37. 37.K/MG.05/MEM.M/2023 tanggal 27 Februari 2023.

“Yaitu tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran dan Keputusan Dirjen Migas Nomor 99.K/MG.05/DJM/2023 tanggal 28 Februari 2023 tentang Penahapan Wilayah dan Waktu Pelaksanaan Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga melanjutkan program uji coba pendataaan pengguna LPG 3 kilogram,” terangnya.

Tujuan dilaksanakannya program tersebut adalah untuk penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Pertamina juga akan melakukan uji coba skema transaksi pencocokan data di pangkalan resmi nantinya.

“Pencocokan data digital akan membantu pencatatan di Pangkalan sehingga penyaluran LPG 3 kilogram lebih akuntabel ataupun transparan,” sebutnya.

Sebelumnya pencocokan data konsumen rumah tangga dan usaha mikro dilakukan pada sub penyalur atau pangkalan resmi LPG 3 kilogram tanpa perlu penggunaan atau memilki smartphone atau gadget milik konsumen. Pencocokan data disinergikan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Jika NIK (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sudah terdata di P3KE dan datanya cocok, konsumen bisa langsung bertransaksi pembelian LPG 3 kilogram di sub penyalur atau pangkalan resmi. Namun jika belum terdata, konsumen dapat mendaftarkan NIK KTP dan KK di sub penyalur atau pangkalan resmi dengan pendaftaran hanya dilakukan sekali,” tambahnya

Program itu sudah berjalan pada gelombang pertama per tanggal 1 April 2023 di Pulau Jawa, Bali dan NTB. Secara bertahap, program ini akan berjalan di wilayah kota dan kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

“Diharapkan dengan adanya program ini, LPG subsidi 3 kilogram bisa disalurkan dengan lebih tepat sasaran. Kami mengimbau masyarakat yang mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas 12 kilogram,” tutup Fahrougi.