,teuestory.id – Wakil Gubernur dr. resmi mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia () Provinsi untuk periode terbaru. Pelantikan jajaran pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Slamet Budiarto, Rabu (17/12/2025), bertempat di Aston Hotel .

Prosesi pelantikan yang mengusung tagline “IDI Sulteng Nambaso” tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PB IDI Mohamad Subuh, serta Bendahara Umum PB IDI Wirawan Jusuf.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru IDI Sulteng dengan semangat kolaborasi dan penguatan peran organisasi profesi.

Pada kesempatan yang sama, dr. juga melantik pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Provinsi .

Pelantikan IIDI dinilai penting sebagai bagian dari penguatan dukungan keluarga dokter dalam menopang pengabdian dan profesionalisme tenaga medis.

Dalam sambutannya, dr. Reny menegaskan bahwa kepengurusan IDI Sulteng ke depan akan berjalan seiring dengan semangat efisiensi yang kini menjadi perhatian nasional.

Namun, efisiensi tersebut tidak dimaknai sebagai pembatasan peran, melainkan penguatan kerja sama lintas sektor.

“Efisiensi justru harus mendorong kolaborasi yang lebih solid. Peran IIDI sangat strategis karena dukungan keluarga adalah fondasi penting bagi dokter dalam menjalankan pengabdian,” ujar dr. Reny.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IDI yang baru dilantik.

Ia meyakini, kepercayaan tersebut lahir dari proses organisasi yang matang dan penuh pertimbangan.

BACA SELANJUTNYA

Ia mengungkapkan, keputusannya maju sebagai Ketua IDI Sulteng telah melalui diskusi panjang bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Tujuannya tak lain untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh dokter di Sulawesi Tengah.

“Amanah ini tentu tidak ringan karena harus menyeimbangkan tugas pemerintahan dan kecintaan saya pada profesi dokter. Namun saya percaya, dengan kebersamaan, semua dapat dijalankan dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Reny juga menyinggung program prioritas Pemprov Sulteng di bidang kesehatan, salah satunya Program Berani Sehat. Program ini menargetkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

“Tidak boleh ada lagi warga yang terkendala biaya saat berobat. Cukup dengan identitas kependudukan, iuran BPJS Kesehatan akan ditanggung pemerintah provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto mengingatkan kembali tujuan berdirinya IDI sejak 24 Oktober 1950, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menegakkan etika kedokteran, serta melindungi kepentingan anggota.

Ia juga menegaskan komitmen PB IDI dalam melakukan advokasi hukum bagi dokter agar perlindungan profesi berjalan adil dan proporsional.

Pelantikan ini menegaskan tekad IDI Sulawesi Tengah untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan memperkuat peran dokter dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.