Sigi,truestory.id- Komunitas Adat To Lindu gelar Ritual Adat Po Tapusi secara sakral sebagai bentuk perlawanan terhadap aktivitas tambang ilegal yang merusak alam dan mengancam kehidupan leluhur. Senin, 12 April 2025.
Masyarakat adat To Lindu melaksanakan Ritual Adat Po Tapusi di lokasi tambang ilegal yang telah meresahkan warga selama beberapa waktu terakhir.
Ritual ini dilakukan secara sakral oleh seluruh Majelis Adat, tokoh pemuda adat, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta masyarakat lokal sebagai bentuk penegasan bahwa aktivitas tambang liar tidak lagi dapat ditoleransi.
Ritual Po Tapusi bertujuan untuk menutup dan membersihkan lokasi tambang dari segala bentuk perusakan yang telah terjadi, serta memperingatkan siapa pun agar tidak lagi mengganggu wilayah adat To Lindu.
Seekor kerbau dikorbankan dalam prosesi tersebut, dengan darahnya dianggap sebagai simbol penyucian dan pemulihan keharmonisan antara manusia dan alam.
Totua Adat menegaskan bahwa ritual ini jarang dilakukan, namun karena kerusakan yang ditimbulkan oleh tambang ilegal sudah sangat meresahkan, maka tindakan adat ini menjadi jalan terakhir.
“Melalui ritual ini, kami berharap tidak ada lagi oknum-oknum yang datang merusak alam kami. Jika masih ada yang melanggar, mereka harus siap menerima konsekuensi dari kekuatan adat,” tegas Noverda Ningsih, salah satu warga Lindu yang hadir dalam ritual tersebut.
Ritual ini menjadi penanda kuat bahwa masyarakat adat tidak tinggal diam dalam menjaga dan mempertahankan warisan leluhur serta kelestarian alam mereka.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.