,.id- Kemiskinan masih menjadi tantangan besar di . Anwar Hafid menekankan bahwa provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Solusinya? Sinergi total melalui strategi “4K”: Kebersamaan, Keterbukaan, Keterpaduan, dan Kemesraan.

Dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029, Anwar Hafid menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus menjadi kerja bersama.

Data DTSEN mencatat 1,6 juta penduduk masuk kategori miskin. Karena itu, gubernur menekankan pentingnya sinergi antara provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui pendekatan “4K”.

Tiga fokus utama diprioritaskan hingga 2029: pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Di bidang pendidikan, mencanangkan program Wajib Belajar 13 Tahun Plus Kuliah lewat skema beasiswa BERANI Cerdas, yang mencakup biaya pendidikan SMA/SMK/SLB hingga perguruan tinggi.

Di sektor kesehatan, program BERANI Sehat hadir untuk menanggung biaya pengobatan warga tak mampu, termasuk penyakit berat dan kasus non-BPJS. Jumlah warga yang dibantu melonjak drastis dari 1.300 menjadi 19.000 per bulan.

Sementara itu, untuk mendongkrak pendapatan, pemprov menyiapkan pelatihan kerja lewat BLK, serta mengoptimalkan sektor pertanian dan perikanan.

Anwar juga menekankan peningkatan PAD melalui pajak daerah, termasuk kendaraan perusahaan yang harus menggunakan plat DN.

“Kalau tiga hal ini kita fokuskan bersama, maka pasti bisa keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar Gubernur Anwar optimistis.