Banggai,.id– Pemerintah terus menggenjot realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang dinilai masih rendah.

Hingga akhir Juni 2025, baru mencapai 28,17 persen atau sekitar Rp696,79 miliar dari total pagu Rp3,23 triliun.

Hal itu terungkap dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Banggai, Amirudin, di Ruang Rapat Umum Kantor , Luwuk Selatan.

Dalam arahannya, Amirudin menyatakan akan melakukan monitoring secara ketat dan tidak segan turun langsung ke setiap dinas.

“Dua pekan ke depan saya akan . Kalau perlu, saya turun langsung untuk melihat progres anggaran,” tegasnya.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banggai, Mulsandi, menjelaskan bahwa belanja operasional telah mencapai Rp692,22 miliar (31,03 persen), sedangkan belanja modal baru Rp16,39 miliar atau 2,81 persen dari total pagu Rp584,43 miliar.

Bupati Amirudin menyoroti lambatnya proses penganggaran akibat dinamika Pilkada yang menyebabkan pemungutan suara ulang (PSU).

Hal ini berdampak pada tertundanya pelaksanaan belanja daerah.

Memasuki triwulan ketiga, Amirudin menegaskan agar semua perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program, terutama yang masih dalam tahap tender.

“Kita ingin ada perputaran uang yang baik di masyarakat,” pungkasnya.