,Musibah tanah di Desa , Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten , pada Minggu (7/7/2024) pagi, telah merenggut 23 jiwa. Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap 61 korban yang masih belum ditemukan.

Data dari relawan kemanusiaan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Gorontalo menunjukkan bahwa total 61 orang dalam pencarian, 23 orang meninggal dunia dan 63 orang berhasil dievakuasi.

Tim Siaga Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) turut bergerak cepat dalam menanggapi bencana ini. Mereka berkoordinasi dengan tim tanggap darurat terkait, seperti BPBD , Basarnas, /Polri, dan PT Gorontalo Minerals untuk mempercepat penanganan bencana.

Kerjasama sigap antar pihak ini terbukti efektif dalam operasi pencarian dan evakuasi korban. Tim SAR bekerja tanpa henti, dibantu oleh Tim Siaga Bencana KESDM dalam hal koordinasi, logistik, dan distribusi bantuan.

“Kami turut prihatin atas musibah tanah di Desa ,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Laaynan Informasi Publik, dan Kerja sama KESDM, Agus Cahyono Adi di Jakarta, Selasa (9/7).

“KESDM berkomitmen untuk membantu pemulihan pasca bencana dan memastikan keselamatan warga terdampak.”

Upaya pencarian terhambat oleh hujan lebat di lokasi dan longsor yang mengganggu akses komunikasi. Hanya jalur Selatan yang dapat digunakan untuk mengangkut bantuan logistik dan alat berat.

Meskipun demikian, tim SAR dan pihak terkait terus berupaya semaksimal mungkin. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar juga terus didistribusikan kepada para pengungsi.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap bencana alam, terutama selama musim penghujan. Dan diminta untuk mengikuti arahan petugas terkait dan tidak memasuki wilayah berbahaya,” tutup Agus Cahyono Adi.