Palu,.id meninggal dunia yang ditemukan di dalam ruang utama (main haul) TB KSS 11, berhasil di oleh Prajurit Pangkalan () Palu, pada Minggu (9/2/2025).

dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kondisi ruangan yang sempit dan minim ventilasi, sehingga berisiko tinggi bagi tim penyelamat.

Insiden ini bermula sekitar pukul 18.30 WITA saat Kapten Kapal TB KSS 11, Bapak Aziz, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Palu.

Menindaklanjuti laporan itu, Komandan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, segera memerintahkan tim penyelamat untuk melakukan operasi SAR.

Tim penyelam Lanal Palu diterjunkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat.

Menurut laporan, kejadian bermula ketika seorang warga bernama Fadel memasuki ruang utama untuk mencari karat besi, meskipun sudah dilarang oleh pihak kapal.

Tak lama kemudian, dua orang lainnya, Ateng dan Ma’ruf, ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.

Sayangnya, ketiganya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat kekurangan oksigen di dalam ruangan yang tertutup rapat.

Kolonel Marthinus menegaskan bahwa proses evakuasi menghadapi tantangan besar, mengingat kondisi ruangan yang sempit dan potensi bahaya lainnya.

“Kami menerjunkan tim terbaik untuk memastikan evakuasi dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, ketiga jenazah dibawa ke fasilitas terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Lanal Palu dalam menangani situasi darurat serta komitmen mereka dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan .