,truestory.id – , salah satu wilayah penghasil kelapa sawit di Indonesia, terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan perkebunan sawitnya.

Dalam rangka mendukung hal ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit () bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, mengadakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit pada Senin (26/8).

Program ini mencakup bagi para pekebun sawit, termasuk 27 peserta dari Kabupaten Morowali, .

bertajuk “Panen dan Pascapanen Angkatan I” ini diselenggarakan oleh Agro Nusantara dan dilaksanakan di Best Western Plus Coco . Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, mulai dari Senin (26/8) hingga Jumat (30/8), bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pekebun sawit di Morowali.

Peserta mendapatkan materi teori mengenai taksasi produksi, teknik memanen, falsafah dan regulasi panen, serta kriteria kematangan panen. Selain itu, para peserta juga melaksanakan praktik lapangan dengan bimbingan pengajar dan narasumber yang berpengalaman di bidangnya.

Kepala Bidang Perkebunan, Dr. Ir. Simpra Tajang, yang mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulawesi Tengah, mengingatkan pentingnya peran pekebun kelapa sawit di wilayah tersebut dan mengharapkan para peserta untuk serius mengikuti pelatihan.

“Jadi kalau ada yang tidak dipahami, tolong ditanyakan dengan pematerinya. Khususnya bagaimana proses panen yang benar,” ujarnya.

Fadhli Fauzi, perwakilan dari manajemen Agro Nusantara, menekankan pentingnya pelatihan ini. Menurutnya, meski pekebun sudah memiliki kemampuan dasar yang diperoleh secara turun-temurun, praktik yang baik dan presisi belum tentu dikuasai oleh semua pekebun.

“Praktik-praktik baik inilah yang menjadi sasaran pelatihan ini. Supaya pekebun tidak hanya menjalankan kebiasaan, tapi memahami hal apa yang sebaiknya dilakukan untuk memaksimalkan fungsi lahan,” ungkap Fadhli.

Program pelatihan yang rutin diselenggarakan oleh dan Ditjenbun ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknis maupun non-teknis (manajerial).

Tahun 2024, program ini mencakup 11 jenis pelatihan dengan total 6.437 peserta dari 14 provinsi di Indonesia, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

LPP Agro Nusantara, sebagai salah satu penyelenggara, melatih 1.339 peserta dari 11 kabupaten di tujuh provinsi, termasuk Sulawesi Tengah, dalam periode April hingga September 2024.

Melalui program ini, diharapkan kemampuan peserta meningkat, baik dari segi bisnis maupun keterampilan sebagai pekebun.

Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dengan meningkatkan produktivitas dan memperbaiki pengelolaan perkebunan kelapa sawit.