Truestory.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Donggala terus berupaya mendorong peningkatan status Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu meningkatkan perekonomian.
Bupati Donggala Drs.Kasman Lassa menuturkan ,semenjak disahkannya undang – undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki kewenangan untuk mandiri dan bisa menghasilkan pendapatan sendiri. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh sebuah desa untuk mendapatkan pendapatan sendiri, salah satunya adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa.
Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDesa) adalah perwujudan dari
pengelolaan ekonomi produksi Desa yang
dilakukan secara kooperatif, partisifatif,
emansifatif, transparansi, akuntabel.
” oleh karena itu perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDesa hingga dapat berjalan secara mandiri, efektif, efisien danprofessional.Pertumbuhan Bumdesa ini harus menjadi pilar terdepan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri yang ada di Desa, ” tegas Kasman dalam acara Bimtek Kelembagaan dan Pengembangan desa kabupaten Donggala di salah satu hotel kota Palu, Selasa(11/7/2023).
Pembangunan Ekonomi bukan dari Kota ke Desa, kata Kasman melainkan harus mengembangkan dari Desa ke kota, itu yang disebut dengan ekonomi kerakyatan.
” saat ini dari 158 desa di Kabupaten Donggala telah berdiri 157 BUMDesa dimana berdasarkan klasifikasi perkembangan BUMDesa, 7 BUMDesa masuk dalam kategori
(Berkembang), 59 BUMDesa kategori (Tumbuh) dan 91BUMDesa kategori (Dasar),” sebutkannya.
Dia mengatakan, kata dia berdasarkan evaluasi,pengurus BUMDesa di kabupaten Donggala masih lemah dalam sisi pengembangan usaha, tata kelola maupun penyusunan laporan keuangan.
” dengan terbitnya undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentunya diharapkan dapat membuat perekonomian Desa mengalami percepatan yang luar biasa karena didalamnya mengatur tentang BUMDesa sebagai badan hukum, “katanya.
Visi Pemerintah Kabupaten Donggala Tahun 2019 – 2024 yakni terwujudnya masyarakat kabupaten Donggala yang sejahtera, berdaya saing, mandiri, berkarakter, berpijak pada nilai-nilai Kearifan Lokal,yang tentunya untuk mewujudkannya diperlukan kerja- kerja yang lebih keras, kreatif dan inovatif
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.