Truestory.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan , kini tengah melakukan  pencaraian terhadap dua kakak beradik yang meninggal akibat saat mandi di Singkoyo desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Minggu (21/5/2023).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Andrias Hendrik Johannes menuturkan, kejadian naas yang menimpa kedua korban kakak beradik yakni,Afkar(8) dan Ima Nafzifa (11) pihak menerima informasi kejadian  pada Minggu pukul 17.45 WITA dari Kepala Kepolisian Sektor Toili. Setelah informasi tersebut diterima personil Pos SAR Luwuk yang berjumlah enam orang menuju lokasi kejadian,dimana perjalanan ditempuh selama dua jam perjalanan darat.

” Setibanya di lokasi kejadian tim langsung menemui keluarga korban dan berkoordinasi dengan aparat setempat yang sebelumnya telah melakukan upaya pencarian. Tim rescue kemudian membuka posko dan briefing untuk melakukan perencanaan pencarian,” ujar Hendrik, Senin (22/5/2023).

Setelah berkordinasi dengan pihak keluarga dan aparat setempat, Hendrik menerangkan diketahui,kronologis kejadian terjadi pada Minggu sekitar pukul 14.30 WITA, dimana kedua korban turun di aliran Singkoyo desa Jaya Kencana untuk mandi kemudian seorang warga melihat Afkar (adik) berlari dan lompat terlalu jauh ke tengah sungai yang mana sungai dalam keadaan banjir dan arusnya sangat kencang.

Korban tidak bisa berenang sehingga korban kemudian dan hanyut, sementara itu kakak korban berusaha menolong dengan mengejar adiknya namun kakaknya juga tenggelam dan hanyut terbawah arus. Keluarga dan aparat desa setempat telah melakukan upaya pencarian namun hingga kini pencarian masih nihil.

Lebih jauh,kata Hendrik tim SAR gabungan memulai pencarian kembali pada Senin pukul 07.00 WITA dengan melakukan pembagian SRU menjadi 3 yakni SRU 1 melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet sejauh 5 km dengan menyisir sepanjang aliran sungai.

SRU 2 dan 3 melakukan pencarian secara manual dengan berjalan kaki di pinggiran sungai kiri dan kanan sejauh 2 km.

“Pencarian hari ini dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Personil , , , Bpbd, senkom, Rapi dan masyarakat setempat. Satu tim menyisir dengan perahu karet dan tim lainnya menyisir dipinggiran sungai, terang” terang Al Kaudzar, koordinator lapangan.