Parimo,.id– Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat merespons banjir yang menerjang wilayah Sungai Pombolowo, . Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, didampingi Kepala Pelaksana BPBD , Asbudianto, turun langsung meninjau lokasi terdampak dan pengungsian warga, Minggu (21/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan pascabanjir yang melanda kawasan itu sejak Sabtu (20/6/2026) malam. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit Sungai Pombolowo meningkat tajam hingga meluap dan merendam permukiman warga.

Selain menggenangi rumah penduduk, banjir juga berdampak pada sektor , perikanan, dan perkebunan masyarakat. Sejumlah sawah, tambak, serta lahan perkebunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Data sementara BPBD mencatat kerusakan infrastruktur cukup signifikan. Sedikitnya dua jembatan mengalami rusak berat, satu oprit jembatan putus, satu abutmen jembatan rusak, satu talang air terdampak, satu saluran bawah air terganggu, serta 16 titik tanggul sungai jebol.

Dalam peninjauan tersebut, Agus Riyanto menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar penanganan bencana berjalan efektif dan terkoordinasi.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai Sulawesi III , untuk meminimalkan risiko banjir susulan di wilayah ini,” ujar Agus Riyanto.

Sebagai bentuk dukungan kepada warga terdampak, BNPB turut menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

Kunjungan itu juga dimanfaatkan untuk membahas tindak lanjut penanganan dampak yang sebelumnya terjadi di Parigi Moutong.

BNPB memastikan pemerintah pusat akan memberikan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku. Rangkaian kegiatan ditutup dengan rapat koordinasi di Posko Induk BPBD Parigi Moutong guna mempercepat langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.