Parimo,truestory.id – Peringatan 50 tahun Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sektor pertanian berbasis hilirisasi.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Ketua TP-PKK Sulteng Sri Nirwanti Bahasoan menghadiri perayaan tersebut, Sabtu (6/6/2026).
Di hadapan masyarakat, Anwar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan mendengar langsung kebutuhan warga.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses pendidikan dan kesehatan yang layak. Melalui program Berani Cerdas, Pemprov Sulteng menghapus berbagai pungutan di tingkat SMA, SMK, dan SLB serta menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta.
“Kita tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah karena biaya. Pemerintah harus hadir,” ujar Anwar.
Di sektor kesehatan, program Berani Sehat terus diperkuat melalui layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Pemerintah provinsi juga membuka akses pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka yang pembiayaannya ditanggung pemerintah.
Pada sektor ekonomi, Anwar mendorong peningkatan nilai tambah komoditas pertanian melalui program Berani Panen Raya.
Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan investor dari Tiongkok guna mendukung pembangunan industri pengolahan hasil pertanian di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, komoditas unggulan seperti kelapa memiliki peluang besar di pasar internasional apabila diolah terlebih dahulu sebelum diekspor.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah.
Selain pembangunan ekonomi, Anwar juga mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai spiritual dengan memakmurkan rumah ibadah sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang aman, sejahtera, dan penuh keberkahan.