,.id– Band metal asal , INOSA, resmi merilis mini album perdana bertajuk NOL (No One Lost) yang menjadi wadah ekspresi atas berbagai persoalan sosial yang tengah dihadapi bangsa. Karya yang diluncurkan pada pertengahan Mei tersebut menghadirkan enam lagu dengan muatan kritik dan refleksi mendalam tentang kondisi masyarakat saat ini.

Mini album tersebut mengangkat tema-tema yang dekat dengan realitas kehidupan, mulai dari kekacauan sosial, keserakahan, ketidakadilan hingga kehilangan.

Melalui lirik yang kuat dan balutan metal yang enerjik, INOSA mencoba menyampaikan kegelisahan mereka terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekitar.

Ismed selaku frontline INOSA bersama Nome yang bertindak sebagai co-producer menjelaskan bahwa seluruh lagu dalam mini album ini dirancang saling terhubung satu sama lain.

Setiap lagu membentuk sebuah alur cerita yang utuh dan emosional, sehingga pendengar dapat merasakan perjalanan pesan yang ingin disampaikan band tersebut.

“Komposisi dalam mini album ini dibuat saling bertautan dari lagu pertama hingga terakhir. Narasi yang dibangun menggambarkan proses kebangkitan untuk berjuang hingga pada akhirnya merefleksikan sebuah kehilangan,” ujar Ismed dan Nome.

Mini album yang diproduksi di bawah label Cahaya Inti Kemilau itu memuat enam lagu, yakni Rise Up, Satu Lawan Sembilan, Antek Global, Rusak Parah, Primitif, dan NoL 1980. Masing-masing lagu menghadirkan karakter dan pesan yang memperkuat benang merah tema besar album tersebut.

INOSA sendiri diperkuat oleh Papamedz pada vokal dan bass, MR Gamz pada gitar dan backing vocal, serta Bimo pada gitar. Kehadiran mini album NOL menandai langkah penting perjalanan musik mereka dan kini telah tersedia di berbagai platform streaming untuk dinikmati para pencinta musik di seluruh .