Palu, truestory.id – Anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) caturwulan satu masa persidangan tahun 2025, pada Selasa (15/4/2025). Kegiatan ini berlangsung di Jalan S. Parman, Kelurahan Besusu Tengah, wilayah Dapil Palu Timur – Mantikulore.
Dalam reses yang digelar tersebut, Rini Haris yang saat ini duduk di Komisi A DPRD Kota Palu yang membidangi pemerintahan, menerima sejumlah keluhan warga.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah penutupan Jalan S. Parman dua yang kabarnya akan dibangun sebuah gedung permanen.
Ketua RT 3, Joko Kelurahan Besusu Tengah, menuturkan bahwa warga mempertanyakan kejelasan status lahan tersebut.
“Setahu kami, jalan itu milik pemerintah. Tapi tiba-tiba mau dibangun gedung permanen,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Rini Haris berkomitmen untuk menelusuri status tanah yang dipermasalahkan.
“Kami akan mencari tahu apakah jalan itu sudah dihibahkan ke pemerintah atau belum. History dari tanah tersebut masih akan ditelusuri,” jelas Rini.
Selain isu jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan peralatan Posyandu yang hingga kini belum memadai. Rini menanggapi bahwa persoalan tersebut akan diteruskan ke instansi terkait.
“Nanti saya akan sampaikan ke pihak terkait agar difasilitasi,” ungkapnya.
Masalah zonasi pendidikan juga kembali disuarakan warga, khususnya terkait keterbatasan kuota di SMP dan SMA. Faisal, warga Palu Timur, mengatakan banyak anak di wilayah tersebut tidak tertampung di sekolah negeri, khususnya SMA 1. “Mereka diminta ke sekolah swasta, tapi itu mahal,” katanya.
Rini menjelaskan bahwa masalah zonasi, khususnya untuk SMA, merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Kami akan terus suarakan agar ada solusi yang berpihak pada masyarakat,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.