,.id– Permasalahan infrastruktur jalan pertanian, bantuan sosial, dan akses nelayan mencuat dalam reses Anggota DPRD Kota , Korona, yang digelar di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan , Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang penyerapan masyarakat pada masa persidangan caturwulan kedua DPRD Kota Palu.

Dalam forum yang dihadiri warga serta perwakilan instansi seperti DP3A, BKKBN, dan Dinas PU tersebut, menegaskan pentingnya reses sebagai sarana membangun komunikasi dua arah.

ini akan kami dorong menjadi bagian dari kebijakan pemerintah kota,” ujarnya.

Warga menyoroti sejumlah persoalan krusial. Masru, salah satu petani, meminta peningkatan jalan agar distribusi hasil panen lebih lancar.

Sementara, Ketua LPM Pantoloan Boya, mengangkat isu program rumah swadaya serta ketimpangan dalam penyaluran bantuan PKH.

Masrum dari RW 01 menambahkan, nelayan juga menghadapi kendala akses ke laut, rusaknya tanggul, serta buruknya drainase di pesisir —wilayah sentra ikan Rono.

Mutmainah menegaskan akan membawa semua aspirasi ini ke OPD terkait, dengan mendorong pendataan petani dan nelayan yang akurat.

“Efisiensi anggaran sebesar Rp56 miliar pusat membuat lesu terutama anggaran Dinas PU. Kebetulan saya ada di Komisi yang membidangi pembangunan dan berada di Badan Anggaran, tentunya program prioritas masyarakat seperti UMKM, pertanian, pendidikan, dan Kota Layak Anak akan diperjuangkan,” katanya.