Sigi,truestory.id– Anwar Hafid menghadiri buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Sigi yang dirangkaikan dengan silaturahmi, penyerahan rumah bantuan, serta pembagian paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bupati Sigi, Desa Dolo, Selasa (3/3/2026).
Momentum Ramadan itu dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemkab Sigi dalam mempercepat pembangunan serta pengentasan kemiskinan.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa kemajuan Kota Palu harus diimbangi kesiapan daerah penyangga seperti Sigi dan Donggala.
“Kalau Palu berkembang, maka Sigi dan Donggala harus kita siapkan infrastrukturnya. Mau ke mana lagi orang kota kalau bukan ke Sigi dan Donggala? Karena itu tahun ini kita akan buka akses jalan Lembang Tongoa agar konektivitas dari wilayah timur bisa tembus ke Palu,” ujarnya.
Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan akses jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan mulus guna mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, termasuk komoditas kopi.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan kunci rumah kepada korban bencana di Desa Poi dan Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Sebanyak 48 unit rumah dibangun melalui APBD Provinsi Sulteng Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp9.653.191.000, termasuk sarana pendukung.
Selain itu, Pemprov Sulteng turut menyerahkan bantuan Prasarana dan Sarana Utilitas Umum (PSU) berupa drainase, MCK, perbaikan rumah tidak layak huni, dan jalan lingkungan kepada Pemkab Sigi senilai Rp18.199.593.000 yang juga bersumber dari APBD Provinsi 2025.
Menurut Anwar Hafid, persoalan perumahan menjadi salah satu faktor utama penyumbang angka kemiskinan.
“Kalau rumah rakyat kita perbaiki, insyaallah angka kemiskinan bisa turun. Saya bangga melihat Bupati Sigi turun langsung mengecek rumah tidak layak huni. Ini bukti kita satu visi untuk rakyat,” tegasnya.
Ia juga memastikan keberlanjutan program “Berani Cerdas” dengan pembayaran UKT mahasiswa langsung ke kampus mitra.
“Tahun lalu sekitar 23 ribu mahasiswa kita bantu. Tahun ini saya berharap jumlahnya bisa dua kali lipat. Selama niat kita untuk membangun daerah baik, insyaallah Allah mudahkan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin agar tetap amanah.
“Pemimpin butuh doa rakyatnya. Doakan kami agar sehat, kuat, dan tetap berpihak kepada rakyat. Kalau rakyat dan pemimpinnya saling mendoakan, insyaallah daerah ini akan maju,” pungkasnya.