Magelang, True Story — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, bersama seluruh peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KP2D) mengikuti agenda hari keempat kegiatan retret di kawasan Akademi Militer TNI AD, Lembah Tidar, Magelang, Sabtu (18/4/2026).
Momen utama yang paling dinantikan para pimpinan DPRD se-Indonesia dalam kegiatan tersebut adalah pengarahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sejak pagi hari, suasana di sekitar kompleks pendidikan militer itu tampak dalam kondisi siaga, dengan pengamanan ketat serta pembatasan akses di sejumlah ruas jalan, menandakan pentingnya agenda nasional tersebut.
Kegiatan yang telah memasuki hari keempat ini tidak sekadar menjadi pelatihan biasa, melainkan menjadi wadah strategis bagi para pimpinan daerah untuk mengasah kapasitas kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menyelaraskan visi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai ruang strategis konsolidasi nasional. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya secara langsung didasari oleh pentingnya peran para ketua DPRD dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional.
“Setelah saya mengetahui bahwa di sini ada seluruh ketua DPRD se-Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden.
Selain menerima arahan Presiden, para peserta KP2D juga mendapatkan materi dari sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula Gubernur Lemhannas RI dan sejumlah pejabat lainnya yang membahas isu-isu strategis nasional, mulai dari pembangunan, stabilitas politik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Kehadiran langsung Presiden di kampus Akademi Militer tersebut menjadi puncak kegiatan yang sarat dengan pesan kebangsaan serta arah kebijakan masa depan Indonesia. Para peserta, termasuk Arus Abdul Karim, diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.
Semangat, disiplin, dan komitmen yang tercermin selama kegiatan di Lembah Tidar menjadi indikator kuat bahwa para pemimpin daerah tengah dipersiapkan untuk membawa Indonesia menuju pembangunan yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.