,.id – Upaya menekan angka stunting di kian dipercepat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi program Bangga Kencana bersama seluruh kabupaten/kota, Senin (20/4/2026), di Kantor Bupati .

Agenda ini menjadi langkah strategis menyatukan visi dalam menurunkan prevalensi stunting hingga target 19 persen.

Program Bangga Kencana sebagai unggulan diperkuat dengan inovasi daerah bertajuk “Berani Depak Stunting” atau Deteksi Akar Penyebab Stunting.

Inisiatif ini mengandalkan data real-time, pemantauan tumbuh kembang anak, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan intervensi lebih tepat sasaran.

Sekretaris Dinas P2KB , Budi Lamaka, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, melalui sambutan tertulisnya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan bahwa stunting merupakan isu prioritas yang membutuhkan kerja kolektif.

“Penanganan stunting tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan tren penurunan stunting yang mulai menunjukkan hasil positif.

“Data tahun 2024 mencatat angka stunting berada di 26,1 persen, menurun dari periode sebelumnya, namun tetap membutuhkan kerja keras berkelanjutan,” tambahnya.

Rakor ini turut menjadi forum penyelarasan program tahun 2026 dan perencanaan 2027, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah berharap transformasi digital dan integrasi program lintas sektor mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat pembangunan sosial di daerah.