, TRUE STORY – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi , Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang perlombaan untuk mencari qari dan qariah terbaik. Menurutnya, MTQ harus menjadi gerakan besar dalam membangun peradaban Qurani yang mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi landasan moral dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Wiwik saat menghadiri penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi di Taman Likuefaksi, Desa Lolu, , Minggu (14/6).

Wiwik yang hadir mewakili Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan, Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman umat Islam dalam menjalankan kehidupan beragama, tetapi juga harus menjadi sumber nilai dalam membangun karakter masyarakat dan tata kelola pembangunan yang berintegritas.

“Al-Qur’an bukan hanya menjadi pedoman bagi kita sebagai umat Muslim, tetapi juga harus menjadi landasan moral dalam membangun karakter, memperkuat integritas, dan membentuk peradaban masyarakat yang lebih baik. Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi nafas dalam setiap proses pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan MTQ harus diukur tidak hanya dari kualitas perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya ditopang oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan juga membutuhkan fondasi akhlak, moralitas, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang harmonis, maju, dan berkarakter.

“MTQ bukan sekadar perlombaan mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, MTQ adalah gerakan membangun peradaban Qurani yang mampu melahirkan generasi berkarakter, berintegritas, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Wiwik juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah , panitia pelaksana, Kementerian Agama, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Tengah. Karena itu, ia berharap semangat MTQ tidak berhenti setelah perlombaan berakhir, tetapi terus berlanjut melalui program pembinaan yang berkesinambungan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wiwik turut memberikan dukungan kepada para peserta terbaik yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada MTQ tingkat . Ia berharap para kafilah mampu menunjukkan kualitas pembinaan Al-Qur’an daerah sekaligus mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat .

Penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Taman Likuefaksi, Desa Lolu, Kabupaten , turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Perhelatan keagamaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat serta memperkuat upaya mewujudkan Sulawesi Tengah yang religius, maju, dan berperadaban Qurani.