JAKARTA, TRUE STORY– Bulan Agustus menjadi bulan yang dinanti oleh para pecinta bulan karena adanya fenomena bulan purnama super yang memeriahkan musim panas. Pada tanggal 1 Agustus, Bulan Purnama Sturgeon muncul, dan bulan akan ditutup dengan Bulan Purnama Biru pada 30 Agustus.
Kedua bulan purnama ini tidak hanya supermoon, tetapi juga menandai titik tengah dari empat peristiwa lunar serupa yang dimulai dengan Bulan Buck Penuh pada 3 Juli. Fenomena full moon dijadwalkan terjadi pada 1 Agustus 2023. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang potensi banjir Rob.
Hal itu disampaikan melalui keterangan resmi Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, bahwa banjir rob disebabkan oleh fenomena fase full moon pada 1 Agustus 2023. Momen tersebut juga berdekatan dengan Perigee, yaitu saat bulan berada dalam jarak terdekat dengan bumi, yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan bahwa banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, seperti Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Banten, Pesisir utara DKI Jakarta, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Bali, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Maluku, dan Pesisir Papua Selatan.
Eko menambahkan bahwa potensi banjir pesisir ini diperkirakan akan terjadi pada waktu yang berbeda-beda di tiap wilayah, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Semua pihak diimbau untuk waspada dan siap menghadapi potensi dampak dari fenomena alam ini.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.