POSO, TRUE STORY – Surutnya danau terbesar ketiga di Indonesia, yakni Danau Poso menjadi sejarah. Sebab dalam sepuluh tahun terakhir penurunan air danau saat ini menjadi yang terparah. Hal ini membuat beberapa biota endemik Danau Poso ditemukan mati.
Dari pantauan media ini, di sekitar Anjungan Danau Poso, masyarakat setempat kini memiliki peluang langka untuk mengendarai kendaraan mereka jauh ke arah danau yang surut. Namun, di balik pemandangan yang memukau ini, ada cerita pilu para nelayan.
Surutnya Danau Poso telah mepengaruhi hasil tangkapan mereka. Salah satu nelayan mengungkapkan bahwa tahun ini, surutnya air Danau Poso jauh lebih parah daripada sebelumnya, dan mereka mencurigai bahwa munculnya tumpukan batu besar memiliki peran besar dalam perubahan dramatis ini.
“Iyah sekarang kami mencari ikan rono, yang biasanya bisa menghasilkan tembus sepuluh ember sekarang hanya tiga ember saja,” kata, Elim, seorang Nelayan Danau Poso, saat ditemui media ini pekan lalu.

Surutnya Danau Poso, menurut seorang Biolog dan peneliti dari Institut Mosintuwu, Kurniawan Bandjolu, telah ditemukan hewan yang banyak mati di pantai belakang area Festival Danau Poso.
“Seperti endemik kerang Corbicula possoensis dan Protancylus pileolus, keong Tylomelania kuli, Tylomelania porcellanica, dan Celetaia persculpta,” terangnya.

Hal itu dipengaruhi, akibat penurunan elevasi muka air danau diikuti penurunan oksigen terlarut pada perairan dangkal akibat kenaikan kenaikan suhu atau biota mengalami hypoxia, yaitu kekurangan oksigen untuk mempertahankan fungsi tubuh sehingga mengalami kematian massal.
Tidak hanya itu, Kurniawan juga mengungkapkan bahwa surutnya Danau Poso berdampak terhadap nelayan yaitu kurangnya hasil tangkapan Sidat sehingga nelayan Sidat beralih menangkap ikan Rono.
“Tercatat sepuluh tahun terakhir pernah terjadi kemarau panjang pada tahun 2015 tapi penurunan air danau tidak separah ini, hal sama juga prnah terjadi di awal tahun 2020 juga pernah ada penurunan elevasi tapi tidak separah ini,”terangnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.