, Truestorysport – Berminat untuk sekolah yang berfokus pada pembinaan pelajar, SMANOR Tadulako membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.

Pendaftaran gelombang pertama dimulai Senin, 18 Maret 2024 hari ini dan akan berakhir hingga Mei 2024.

Tahun ini, SMANOR Tadulako menghadirkan terobosan baru dalam proses PPDB dengan melakukan rekrutmen melalui talent scouting di 13 kabupaten/kota di .

Hal tersebut bertujuan untuk menjaring bibit-bibit unggul di seluruh dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan prestasi mereka.

“Sebelumnya, pendaftaran hanya melalui jalur normal di sekolah. Tahun ini, kami ingin menjaring bibit-bibit unggul di seluruh melalui talent scouting,” kata Mohammad Warsita, ketua PPDB SMANOR.

SMANOR Tadulako tetap menerima 72 siswa yang masuk asrama dari delapan cabang olahraga binaan, yaitu Atletik, Bulutangkis, Dayung, Tinju, Karate, Taekwondo, Pencak Silat, dan Sepak Takraw.

Namun, SMANOR juga membuka ruang bagi pelajar di luar cabor binaan untuk masuk sebagai siswa di luar asrama.

Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan pendidikan atlet dan memberikan mereka waktu yang cukup untuk latihan tanpa mengganggu prestasi akademiknya.

“Tujuannya untuk menyelamatkan pendidikan atlet. Waktu pembelajaran di SMANOR dimulai pukul 9.00 hingga 12.30 Wita, sehingga atlet punya banyak waktu untuk latihan tanpa mengganggu prestasi akademiknya,” jelas Warsita, yang juga direktur eksekutif KONI Sulteng.

Atlet pelajar di luar cabor binaan dapat mendaftar atas rekomendasi dari pengurus provinsi cabor ataupun klub yang dinaungi.

“Siswa di luar cabor binaan polanya akan di non-asramakan,” tambah Warsita.

Persyaratan umum pendaftaran adalah pelajar yang maksimal kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya, serta memiliki postur tubuh ideal berdasarkan spesifikasi cabor.

SMANOR Tadulako juga akan melakukan berkas pendaftar, tes fisik, tes kecabangan, dan tes potensi akademik.

Terakhir, peserta didik yang dianggap lulus wajib melampirkan keterangan bebas narkoba dan tes psikolog.

“Kami berharap lewat PPDB kali ini, ada keterwakilan dari semua kabupaten sebagai bentuk pemerataan pembinaan atlet pelajar,” kata Mursalim koordinator Binpres Smanor Tadulako menambahkan. (*)