,.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota mengecam keras pernyataan mantan Direktur RSUD Undata, drg Herry Mulyadi, yang diduga menghina jurnalis saat dimintai konfirmasi. Pernyataan tersebut dinilai mencederai profesi wartawan sekaligus menghambat kerja jurnalistik.

Insiden itu dialami jurnalis Global , Rian Afdal, usai Direktur RSUD Undata yang baru, dr Jumriani, di Aula RSUD Undata Palu, Senin (4/5/2026) sore.

Saat itu, Rian berupaya meminta klarifikasi terkait pedoman teknis pembagian jasa pelayanan tenaga kesehatan yang dikeluarkan saat Herry masih menjabat direktur.

Awalnya, percakapan berjalan normal. Namun ketika Rian mencoba menggali lebih dalam, situasi berubah.

“Dia bilang, ‘cari yang berkualitas, jangan itu kau tanya, bodoh,’” ungkap Rian menirukan ucapan tersebut.

Rian menjelaskan, upaya konfirmasi dilakukan karena adanya keluhan dari tenaga kesehatan terkait pembagian jasa pelayanan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja.

Ia juga telah beberapa kali mencoba mengatur wawancara sebelumnya, namun belum berhasil.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Palu, Nurdiansyah, menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalis.

“Pelabelan ‘bodoh’ kepada jurnalis yang menjalankan tugas konfirmasi adalah pelecehan dan menunjukkan arogansi,” tegasnya dalam rilis, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut juga berpotensi menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

AJI Palu pun meminta pejabat publik menghormati kerja jurnalis dan menggunakan hak jawab secara elegan, bukan dengan makian.

AJI juga mendesak evaluasi terhadap pejabat yang tidak mampu berkomunikasi secara terbuka, serta mengingatkan jurnalis agar tetap profesional dan tidak gentar menghadapi intimidasi.