, TRUE STORY – Jaringan atau Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) , , Selasa (17/10/2023) di kompleks BTN . Warga yang datang bahkan dikoordinir masing-masing ketua Rukun Tetangga (RT).

Usulan yang terangkum malam itu antara lain perbaikan jalan. Utamanya ruas jalan depan rumah tempat Reses digelar. Rumah tersebut berada di salah satu komplek BTN di Kelurahan . Menurut ketua RT lingkungan setempat, jalanan itu juga tidak memiliki drainase. Jika hujan, air merendam jalan karena tak ada saluran pembuangan.

Ia berharap Ratna datang lagi ke tempat mereka jika waktunya Reses. Terlebih jika terpilih kembali menjadi Anggota DPRD Palu. RT 1 menurutnya butuh juga sambungan pipa air bersih. Baik jalan dan air bersih, usulan ini telah berulang kali disampaikan dalam Musrenbang namun tak ada yang terealisasi.

“Terus terang jalan ini memang sudah diaspal. Tapi kelihatannya lebih banyak batu. Makanya jalanan berdebu. Kami harap ini bisa di aspal sensit karena hanya sepanjang 443 meter. Saluran hanya 336 meter dengan Jumlah 46 KK dalam 1 RT,”ujarnya.

Lalu Nirmala dari Kintabaru. Ia meminta fasilitas Ratna Mayasari agar PLN menambah tiang listrik di sekitar rumahnya. Pasalnya kata Nirmala, banyak kabel yang melintasi atap rumah karena ketiadaan tiang.

“Kalau hujan Bu, kabel itu kena air. Anak saya pernah kesetrum karena kabel basah yang kebetulan jatuh ke bawah,”ungkap Nirmala.

Dari RT 2 mengusulkan pembangunan saluran air dan bantuan usaha UMKM dan pembangunan sekretariat Masjid di komplek itu. Juga termasuk bantuan bagi UMKM.

Ratna menjawab. Setelah reses ini pihaknya akan laporan ke pimpinan DPRD Palu. Setelah itu paripurna untuk membahas APBD 2024 yang rencananya dilaksanakan November 2023 mendatang. Karena itu ujar Ratna, semua usulan warga Pengawu akan dia upayakan tercover dalam anggaran 2024.

“Ibu-ibu perlu tahu saya satu-satunya perempuan dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD dari 17 Anggota Banggar. Maka, mudah-mudahan semua akan saya upayakan untuk direalisasikan,”ujarnya.

Karena menurutnya DPRD mitra sejajar Pemkot Kota. Usulan dari Pemkot itu akan diajukan ke DPRD selaku pemberi anggaran.

“Jadi usulan masyarakat itu, selain Musrenbang juga ada usulan reses. Itulah mengapa saya bisa mengawal segala usulan untuk program tahun 2024,”jelasnya.

Ratna dalam kesempatan itu meminta kaum perempuan dari ibu rumah tangga untuk membentuk kelompok-kelompok usaha. Lalu mengajukan proposal permohonan bantuan peralatan usaha sesuai jenis usaha yang akan dikelolah. “Setelah diperjuangkan kita akan bantu pendampingan agar usaha nantinya berjalan sehat,”sebutnya.

Ratna mengaku, sebagai ketua IKAPI ia pernah mengawal 100 pelaku UMKM untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Menurutnya NIB ini penting bagi pelaku usaha agar terdaftar resmi. Dengan NIB pelaku usaha bisa mendapatkan bantuan pemerintah. Karena NIB kini menjadi salah satu syarat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan-bantuan.

Untuk itu pula, Ratna saat ini tengah menjalankan sebuah program kerjasama dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Palu. Program dalam upaya mendorong agar semua pelaku UMKM bisa mendapatkan NIB.

Program tersebut nantinya akan dilakukan secara mobile. Mendatangi pusat -pusat pelaku UMKM. Seperti pasar tradisional dan tempat berkumpulnya pelaku UMKM lainnya.

Sebenarnya pengurusan NIB bisa dilakukan masing-masing melalui aplikasi OSS yang diunduh melalui play store.Namun tidak semua warga faham akan hal tersebut.

“Kita akan keliling. PTSP nanti akan membantu akses ke aplikasi OSS. Karena biasanya ada saudara kita pelaku yang masih kurang faham,”demikian .