, TRUE STORY – Wakil Ketua I DPRD Provinsi , Hj. Arnila Hi. Moh Ali, menghadiri kegiatan Doa Bersama Peduli Gempa Lintas Agama yang digelar di Lapangan Imanuel, Kota , Jumat (19/6). Kehadirannya mewakili Provinsi dalam kegiatan yang diikuti ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Pangdam XIII/Merdeka, Kapolda Sulawesi Tengah, Kajati Sulawesi Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta para pemuka agama.

Ribuan warga memadati lokasi acara untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan masyarakat Sulawesi Tengah pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Doa bersama itu melibatkan umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta berbagai unsur masyarakat lainnya sebagai simbol persatuan dalam menghadapi bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Arnila mengatakan kegiatan lintas agama menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan, toleransi, dan solidaritas yang selama ini terjaga di Sulawesi Tengah.

“Musibah gempa yang terjadi beberapa hari lalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan kekuatan spiritual dalam menghadapi setiap ujian. Melalui doa bersama lintas agama ini, kita menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah tetap bersatu, saling menguatkan, dan tidak membiarkan saudara-saudara kita yang terdampak bencana menghadapi kesulitan sendirian,” ujarnya.

Menurut Arnila, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana memanjatkan doa agar daerah ini senantiasa diberi perlindungan dan keselamatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Ia menilai, kebersamaan yang ditunjukkan seluruh unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana.

DPRD Provinsi Sulawesi Tengah juga mengapresiasi terselenggaranya doa bersama lintas agama yang mampu menghadirkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Arnila berharap masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan optimisme untuk bangkit bersama setelah bencana. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam doa bersama lintas agama tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi percepatan pemulihan dan pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih tangguh, harmonis, dan sejahtera.